Rabu, 13 Juni 2012

Konsep Nilai

      Konsep Nilai
A.    Pengertian Nilai
Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Sistem nilai  dalam suatu organisasi adalah rentang  nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan  sebagai  perilaku personal.
Nilai moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama, hukum, adat dan praktek profesional

B.     Nilai-Nilai  Esensial dalam Profesi
Pada tahun 1985, “The American Association  Colleges of Nursing”  melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. Perkumpulan ini  mengidentifikasikan 7 nilai-nilai esensial dalam kehidupan profesional, yaitu:
1.          Aesthetics (keindahan): Kualitas obyek suatu peristiwa atau kejadian, seseorang memberikan kepuasan  termasuk penghargaan,  kreatifitas, imajinasi, sensitifitas  dan kepedulian.
2.          Altruism (mengutamakan orang lain):  Kesediaan memperhatikan  kesejahteraan orang lain  termasuk keperawatan atau kebidanan, komitmen, arahan, kedermawanan atau kemurahan hati  serta ketekunan.
3.          Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan  dengan sikap asertif, kejujuran, harga diri dan toleransi
4.          Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih  kegiatan termasuk percaya diri,  harapan, disiplin  serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.
5.          Human dignity (Martabat manusia):  Berhubungan dengan penghargaan yang lekat terhadap martabat manusia sebagai individu termasuk didalamnya kemanusiaan, kebaikan, pertimbangan dan penghargaan penuh  terhadap kepercayaan.
6.          Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal termasuk  objektifitas, moralitas, integritas, dorongan dan keadilan serta kewajaran.
7.          Truth (Kebenaran): Menerima kenyataan dan realita, termasuk akontabilitas, kejujuran, keunikan dan reflektifitas yang  rasional.

C.    Klarifikasi  Nilai-Nilai  (Values)
Klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana seseorang dapat mengerti sistem nilai-nilai yang melekat pada dirinya sendiri. Hal ini merupakan proses yang memungkinkan seseorang menemukan sistem  perilakunya sendiri melalui  perasaan dan analisis yang dipilihnya dan muncul alternatif-alternatif, apakah pilihan–pilihan ini yang sudah dianalisis secara rasional atau merupakan hasil dari  suatu kondisi sebelumnya (Steele&Harmon, 1983). Klarifikasi nilai-nilai mempunyai manfaat yang sangat besar didalam aplikasi  keperawatan dan kebidanan. Ada tiga fase dalam klarifikasi nilai-nilai individu yang perlu dipahami oleh perawat.
1.          Pilihan
a.       Kebebasan memilih kepercayaan serta menghargai keunikan bagi setiap individu
b.      Perbedaan dalam kenyataan hidup selalu ada perbedaan-perbedaan, asuhan yang diberikan bukan hanya  karena  martabat seseorang tetapi hendaknya perlakuan yang diberikan mempertimbangkan sebagaimana kita ingin diperlakukan.
c.        Keyakinan bahwa penghormatan terhadap martabat seseorang akan merupakan konsekuensi terbaik bagi semua masyarakat.
2.          Penghargaan
a.       Merasa bangga dan bahagia dengan pilihannya  sendiri (anda akan merasa senang bila mengetahui bahwa asuhan yang anda berikan dihargai pasen atau klien  serta sejawat) atau supervisor memberikan pujian atas keterampilan hubungan interpersonal yang dilakukan
b.      Dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut bila ada seseorang yang tidak bersedia memperhatikan martabat manusia sebagaimana mestinya.  
3.          Tindakan
a.       Gabungkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan atau pekerjaan  sehari-hari
b.      Upayakan selalu konsisten untuk  menghargai martabat manusia dalam kehidupan pribadi dan profesional, sehingga timbul rasa sensitif atas tindakan yang dilakukan.
Semakin disadari nilai-nilai  profesional dalam etika keperawatan maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu konsisten untuk mempertahankannya. Bila dibicarakan dengan sejawat  atau pasien dan ternyata tidak sejalan, maka  seseorang  merasa  terjadi sesuatu yang  kontradiktif  dengan  prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu; penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak terakomodasi dan sangat mungkin  kita tidak lagi  merasa  nyaman.  Oleh karena itu, klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana  kita  perlu meningkatkan serta konsisten bahwa keputusan yang diambil secara  khusus dalam kehidupan ini  untuk menghormati martabat manusia. Hal ini merupakan nilai-nilai positif  yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar